Jurnalsidik.id, ANAMBAS – Suasana penuh keakraban mewarnai kegiatan pelatihan Tanaman Obat Keluarga (TOGA), pembuatan biopori, dan pestisida nabati yang digelar Mahasiswa Pembelajaran Pemberdayaan Masyarakat-Kuliah Kerja Nyata (PPM-KKN) Universitas Gadjah Mada (UGM) Yogyakarta di lokasi TOGA Desa Bukit Padi, Kecamatan Jemaja Timur, Sabtu (11/7/2026).
Kegiatan yang diikuti Ketua TP PKK Kecamatan Jemaja Timur, Tetti Amalia, Ketua TP PKK Desa Bukit Padi, Sukarina, beserta para anggota PKK berlangsung dalam suasana hangat dan penuh semangat. Tidak hanya menerima materi dan praktik di lapangan, para peserta juga membangun kebersamaan dengan mahasiswa KKN melalui berbagai interaksi selama kegiatan berlangsung.
Keakraban semakin terasa setelah seluruh rangkaian pelatihan selesai. Mahasiswa PPM-KKN UGM bersama Ketua TP PKK Kecamatan Jemaja Timur, Ketua TP PKK Desa Bukit Padi, dan seluruh peserta menikmati hidangan khas Kepulauan Anambas, yaitu kebuyat dan Gula Durian yang disajikan sebagai bentuk kebersamaan dan mempererat tali silaturahmi.
Mahasiswa KKN UGM tampak begitu menikmati makanan khas Kepulauan Anambas yang disajikan
Mahasiswa PPM-KKN UGM tampak begitu menikmati hidangan khas Kepulauan Anambas yang disajikan oleh masyarakat usai kegiatan pelatihan. Suasana penuh keakraban dan kekeluargaan terlihat saat para mahasiswa, pengurus TP PKK, serta warga duduk bersama menyantap kebuyat, salah satu kuliner tradisional khas Anambas.
Momen tersebut menjadi simbol eratnya kebersamaan dan kolaborasi antara mahasiswa KKN UGM dengan masyarakat Desa Bukit Padi selama menjalankan program pengabdian kepada masyarakat.
Ketua TP PKK Desa Bukit Padi, Sukarina yang akrab disapaa Lina menyampaikan apresiasi dan ucapan terima kasih kepada mahasiswa PPM-KKN UGM yang telah berbagi ilmu dan pengalaman kepada masyarakat, khususnya kaum ibu di Desa Bukit Padi.
Ia menilai materi yang diberikan sangat bermanfaat karena dapat diterapkan langsung dalam kehidupan sehari-hari, mulai dari pemanfaatan pekarangan melalui penanaman TOGA, pembuatan biopori untuk mengolah sampah organik, hingga pembuatan pestisida nabati yang lebih ramah lingkungan.
”Kami mengucapkan terima kasih kepada adik-adik mahasiswa PPM-KKN UGM yang telah berbagi ilmu dan pengalaman. Ilmu yang diberikan sangat bermanfaat bagi kami dan diharapkan dapat terus kami terapkan untuk mendukung ketahanan pangan keluarga serta menjaga lingkungan,” ujar Lina.
Ia berharap hubungan baik yang telah terjalin antara masyarakat Desa Bukit Padi dan mahasiswa PPM-KKN UGM tidak berhenti setelah masa pengabdian berakhir. Menurutnya, kolaborasi antara perguruan tinggi dan masyarakat menjadi langkah positif dalam mendorong pemberdayaan masyarakat serta meningkatkan pengetahuan warga di bidang pertanian dan lingkungan.
Kegiatan tersebut menjadi bukti bahwa pengabdian mahasiswa di tengah masyarakat tidak hanya menghadirkan transfer ilmu pengetahuan, tetapi juga membangun hubungan kekeluargaan yang erat antara mahasiswa dan masyarakat Desa Bukit Padi. (BG)
