20.6 C
Indonesia
Rabu, Juni 3, 2026
BerandaBerita KepriBerita AnambasKeluhkan Lemahnya Sinyal Internet di Tarempa Selatan, Warga : “Kami Seperti Tak...

Keluhkan Lemahnya Sinyal Internet di Tarempa Selatan, Warga : “Kami Seperti Tak Dianggap Ada Pemerintah !”

Anambas, Jurnalsidik.com — Layanan internet di Desa Tarempa Selatan, Kecamatan Siantan, Kabupaten Kepulauan Anambas, kian memprihatinkan.

Selama beberapa hari terakhir, warga mengeluhkan sinyal yang nyaris lumpuh total — lelet, putus-putus, bahkan tak ada sama sekali.

Kondisi ini dirasakan sangat menggangu aktivitas warga, dan melumpuhkan berbagai aktivitas penting masyarakat, mulai dari sektor ekonomi, pendidikan, hingga pelayanan publik ikut terdampak.

“Kalau cuma lambat, mungkin kami bisa maklum. Tapi ini benar-benar seperti tak ada sinyal. Kirim pesan susah, anak saya nggak bisa ikut Zoom sekolah. Kami seperti tak dianggap ada!” keluh Rina (35), warga setempat, Senin (28/7/2025).

Keluhan serupa juga disampaikan oleh pelaku usaha mikro kecil menengah (UMKM), Heri mengaku kesulitan menjalankan bisnisnya yang menggunakan aplikasi WhatsApp untuk memesan barang, dan transaksi digital menggunakan QRIS tak bisa dilakukan.

“Bukan cuma sinyal, ini sudah soal kelangsungan usaha kami. Bayangkan, seharian nunggu sinyal nongol cuma buat order barang. Kadang rugi karena pelanggan kabur,” ujarnya dengan nada kecewa.Ujar heri

Warga mengaku masalah serupa sudah berulang kali terjadi, namun tidak pernah ditangani secara serius oleh pemerintah daerah maupun penyedia layanan.

Kepala Desa Tarempa Selatan, Surianto, membenarkan laporan warga tersebut. Ia menyebut pihaknya telah menerima banyak aduan dan akan segera menyampaikan permasalahan ini ke pihak terkait.

“Sudah beberapa hari ini sinyal memang bermasalah. Kami akan dorong pihak penyedia layanan dan dinas teknis untuk segera turun tangan,” ujarnya.

Secara terpisah. Kepala Dinas Komunikasi dan Informatika (Diskominfo) Anambas, Jeprizal, menjelaskan bahwa gangguan sinyal dipicu oleh pemadaman listrik yang sering terjadi di wilayah tersebut. Hal ini menyebabkan modul jaringan rusak bahkan terbakar.

“Menurut petugas Telkomsel, listrik PLN sering mati-hidup di daerah sana. Beberapa perangkat jaringan rusak. Kami sudah cek langsung ke lokasi untuk memasang modul baru,” kata Jeprizal.

Hal ini diperkuat oleh keterangan petugas engineering Telkomsel Anambas, Fian, yang menambahkan bahwa kondisi baterai cadangan (backup) di BTS setempat juga sudah drop dan tidak dapat menyimpan daya dengan baik.

“Baru nyala dua-tiga jam, mati lagi. Itu bisa bikin perangkat rusak. Modul sudah dicek dan diganti, tapi baterainya juga perlu diganti.Mohon masyarakat bersabar,” jelasnya.

Warga mendesak Bupati Kepulauan Anambas, Aneng, agar tidak tinggal diam. Mereka menuntut perhatian dan solusi nyata atas krisis konektivitas yang menimpa desa mereka.

“Anambas bukan cuma Tarempa kota. Kami juga bagian dari kabupaten ini. Jangan biarkan desa-desa tertinggal hanya karena sinyal dianggap tak penting,” tegas seorang warga yang enggan disebut namanya.

Bagi masyarakat, akses internet dan telekomunikasi bukan lagi sekadar fasilitas tambahan, tetapi sudah menjadi hak dasar. Mereka menilai jika pemerintah terus mengabaikan pemerataan akses digital, maka jargon “transformasi digital” hanyalah janji kosong.
(Agus Suradi,Jurnalsidik.com)

RELATED ARTICLES

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

Most Popular

Recent Comments