21.5 C
Indonesia
Rabu, Juni 3, 2026
BerandaBerita KepriBerita AnambasSMPN 5 Bukit Tambun Anambas Butuh Perbaikan Gedung, Tiang Penyangga Mulai Retak

SMPN 5 Bukit Tambun Anambas Butuh Perbaikan Gedung, Tiang Penyangga Mulai Retak

‎Anambas, Jurnalsidik.com — Sekolah Menengah Pertama Negeri (SMPN) 5 Bukit Tambun, Desa Tarempa Selatan, Kecamatan Siantan, Kabupaten Kepulauan Anambas, membutuhkan perhatian serius terkait kondisi bangunan yang semakin memprihatinkan.

‎Hal itu diungkapkan langsung oleh Kepala Sekolah SMPN 5 Bukit Tambun, Karyono, S.Pd, saat ditemui pada Rabu (19/11/2025).

‎Karyono menjelaskan bahwa SMPN 5 Bukit Tambun berdiri sejak tahun 2011 dan saat ini memiliki 86 siswa yang terbagi dalam tiga tingkat kelas:
‎Kelas 7: ± 32 siswa
‎Kelas 8: ± 32 siswa
‎Kelas 9: ± 44 siswa (jumlah terbanyak)
‎Proses belajar mengajar didukung oleh 12 guru serta 5 tenaga tata usaha.

‎Bangunan Banyak Mengalami Kerusakan
‎Saat ini sekolah memiliki empat ruang kelas, satu ruang laboratorium, serta satu gedung perpustakaan. Namun, sebagian besar bangunan dilaporkan mengalami kerusakan, terutama di bagian struktur penopang.

‎Beberapa kerusakan yang ditemukan antara lain:

‎Tiang penyangga bangunan retak dan pecah, bahkan beberapa mengalami keropos pada bagian belakang gedung.
‎Plafon rusak di sejumlah titik.
‎Kerusakan terparah terdapat pada ruang kelas 2 dan kelas 3, yang kondisinya dikhawatirkan membahayakan siswa.

‎Karyono menyebutkan bahwa kerusakan bersifat berat dan tidak bisa diperbaiki menggunakan dana sekolah.

‎“Tiang-tiang penompang sudah retak dan pecah. Kalau dibiarkan, kami khawatir akan berdampak pada keselamatan siswa. Dana BOS hanya bisa digunakan untuk perbaikan ringan, tidak untuk struktur,” ujarnya.

‎Dana BOS Tak Cukup Tangani Kerusakan Struktur

‎Menurut Karyono, dana BOS yang diterima sekolah belum mampu untuk pembenahan bangunan secara menyeluruh.“Perbaikan struktural seperti tiang dan plafon tidak dapat ditangani dengan BOS. Kami sangat membutuhkan dukungan pemerintah daerah maupun pusat,” jelasnya.

‎Fasilitas Laptop Banyak yang Tak Lagi Layak

‎Selain kondisi gedung, SMPN 5 Bukit Tambun juga mengalami keterbatasan fasilitas pendukung pembelajaran, terutama laptop untuk kegiatan TIK.
‎Sekolah saat ini memiliki belasan unit laptop, namun sebagian besar dalam kondisi uzur dan tidak dapat digunakan secara optimal.‎

‎“Kami membutuhkan tambahan laptop, terutama untuk kelas yang sangat membutuhkan perangkat untuk kegiatan pembelajaran,” tambah Karyono.

‎Harapan kepada Pemerintah Daerah
‎Dengan berbagai keterbatasan tersebut, pihak sekolah berharap pemerintah daerah dapat memberikan perhatian lebih, terutama terkait:
‎Renovasi total ruang kelas 2 dan 3, termasuk perbaikan tiang, plafon, dan struktur bangunan lainnya.

‎Penambahan laptop untuk mendukung pembelajaran berbasis teknologi.

‎“Perbaikan gedung adalah prioritas utama kami. Semoga pemerintah dapat membantu agar proses belajar mengajar bisa berjalan dengan aman dan optimal,” tutup Karyono.

‎(Agus Suradi, Jurnalsidik.com)

RELATED ARTICLES

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

Most Popular

Recent Comments