Jurnalsidik.id, ANAMBAS – Badan Pusat Statistik (BPS) Kabupaten Kepulauan Anambas menggelar Rapat Evaluasi Pelaksanaan Sensus Ekonomi (SE) 2026 bersama Pemerintah Kabupaten Kepulauan Anambas di Ruang Media Center Kantor Bupati Kepulauan Anambas, Kamis (30/7/2026).
Rapat yang berlangsung hingga pukul 15.45 WIB tersebut membahas perkembangan pendataan, berbagai kendala di lapangan, serta langkah percepatan untuk mencapai target penyelesaian 100 persen.
Kegiatan tersebut dihadiri Asisten Bidang Perekonomian dan Pembangunan Setda Kabupaten Kepulauan Anambas, Yessi, Kepala BPS Kabupaten Kepulauan Anambas Adi Cahyadi, S.ST., Yohanes, Kepala Bagian Perekonomian, para camat, jajaran BPS Kabupaten Kepulauan Anambas, staf Bagian Perekonomian, serta tamu undangan lainnya.
Mewakili Pemerintah Kabupaten Kepulauan Anambas, Asisten Bidang Perekonomian dan Pembangunan, Yessi, membuka secara resmi rapat evaluasi tersebut. Dalam sambutannya, ia menyampaikan bahwa capaian pendataan Sensus Ekonomi yang telah mencapai 74,11 persen merupakan hasil yang cukup baik Namun demikian, masih diperlukan kerja keras seluruh pihak agar target penyelesaian dapat tercapai sepenuhnya.
Menurutnya, peran pemerintah kecamatan sangat dibutuhkan dalam mempercepat proses pendataan di wilayah masing-masing.
“Kita sudah mencapai 74,11 persen. Ini merupakan capaian yang cukup besar dan tinggal sedikit lagi menuju 100 persen. Oleh karena itu, dukungan dari seluruh camat sangat diperlukan agar proses pendataan dapat dipercepat sesuai target yang telah ditetapkan,” ujarnya.
Yessi juga menyoroti tantangan geografis Kabupaten Kepulauan Anambas yang terdiri dari wilayah kepulauan, sehingga membutuhkan strategi khusus dalam pelaksanaan pendataan. Ia mengajak seluruh peserta rapat untuk bersama-sama mencari solusi atas berbagai kendala yang dihadapi di lapangan.
Selain itu, ia meminta agar progres pendataan terus dipantau secara berkala melalui Bagian Perekonomian dan disampaikan kepada masing-masing camat sebagai bahan evaluasi.
Menurutnya, penguatan peran camat sangat penting untuk memberikan pemahaman kepada perangkat desa maupun masyarakat mengenai pentingnya Sensus Ekonomi 2026.
Dalam kesempatan tersebut, Yessi juga mengingatkan faktor keselamatan petugas lapangan mengingat kondisi cuaca yang mulai kurang bersahabat.
“Apabila kondisi cuaca tidak memungkinkan, sebaiknya petugas menunda terlebih dahulu penyeberangan yang berisiko demi menjaga keselamatan,” pesannya.
Ia juga meminta agar publikasi Sensus Ekonomi 2026 terus diperkuat. Menurutnya, pendataan terhadap pejabat daerah perlu dievaluasi kembali, begitu pula dengan media informasi seperti videotron yang sudah tidak lagi menayangkan sosialisasi Sensus Ekonomi 2026.
Sementara itu, Kepala BPS Kabupaten Kepulauan Anambas, Adi Cahyadi, S.ST., menjelaskan bahwa Sensus Ekonomi merupakan program nasional yang membutuhkan dukungan seluruh pihak.
“Sensus Ekonomi ini merupakan milik kita bersama. Keberhasilan pelaksanaannya tidak hanya menjadi tanggung jawab BPS, tetapi memerlukan kolaborasi seluruh unsur pemerintah dan masyarakat,” kata Adi.
Ia menyampaikan bahwa hingga saat ini progres pendataan di Kabupaten Kepulauan Anambas telah mencapai 74,11 persen.
Dalam pemaparannya, Adi menjelaskan empat poin utama terkait pelaksanaan Sensus Ekonomi 2026.
Salah satu poin penting adalah bahwa sensus ini akan memetakan berbagai perubahan struktur perekonomian yang terjadi di Kabupaten Kepulauan Anambas sebagai bahan penyusunan kebijakan pembangunan di masa mendatang. Selain itu, rapat juga memaparkan perkembangan penyelesaian pendataan di setiap wilayah.
Adi turut mengungkapkan sejumlah tantangan yang dihadapi dalam pelaksanaan sensus tahun ini. Menurutnya, penyelenggaraan Sensus Ekonomi 2026 berlangsung di tengah kebijakan efisiensi anggaran sehingga berdampak pada jumlah petugas lapangan yang tersedia.
Ia menjelaskan bahwa sebanyak 40 Petugas Pencacah Lapangan (PPL) diberikan beban kerja yang relatif sama karena memiliki kontrak kerja dengan volume pekerjaan yang setara.
Selain itu, keterbatasan anggaran sosialisasi membuat BPS harus memperkuat kolaborasi dengan Pemerintah Kabupaten Kepulauan Anambas dalam menyampaikan informasi kepada masyarakat.
“Kami mengucapkan terima kasih kepada Pemerintah Kabupaten Kepulauan Anambas yang telah banyak membantu pelaksanaan Sensus Ekonomi, di antaranya melalui dukungan kegiatan di Kecamatan Palmatak, serta berbagai bentuk sosialisasi lainnya,” ungkap Adi.
Melalui rapat evaluasi tersebut, diharapkan sinergi antara BPS, pemerintah daerah, pemerintah kecamatan, serta seluruh pemangku kepentingan dapat terus ditingkatkan sehingga target penyelesaian Sensus Ekonomi 2026 di Kabupaten Kepulauan Anambas dapat tercapai secara optimal.
Rangkaian kegiatan ditutup pada pukul 15.45 WIB dan diakhiri dengan sesi foto bersama seluruh peserta rapat. (BG)


