Rabu, Agustus 19, 2026
HomeBerita KepriBerita AnambasTak Terima Warganya Diduga Dipukul Penonton, Kades dan BPD Impol Lapor ke...

Tak Terima Warganya Diduga Dipukul Penonton, Kades dan BPD Impol Lapor ke Polsek Jemaja

Jurnalsidik.id, ANAMBAS – Kepala Desa (Kades) Impol, Yurnalis bersama Badan Permusyawaratan Desa (BPD) Impol, Haryadi melaporkan terduga pelaku pemukulan terhadap salah seorang pemain Impol ke Kepolisian Sektor (Polsek) Jemaja, Jumat (7/8/2026).

‎Laporan tersebut dilakukan menyusul terjadinya kericuhan dalam pertandingan sepak bola dalam rangka memeriahkan Hari Ulang Tahun (HUT) Kemerdekaan Republik Indonesia (RI) ke-81 Tahun 2026 di Kecamatan Jemaja.

‎Laporan tersebut berkaitan dengan insiden kericuhan yang terjadi saat pertandingan sepak bola antara kesebelasan Impol melawan SMA Negeri 1 Jemaja. Dalam pertandingan tersebut, seorang pemain Impol bernomor punggung 11, Derpin, mengalami cedera setelah diduga dipukul oleh salah seorang penonton.

‎Kepala Desa Impol, Yurnalis, yang akrab disapa Ayor, mengatakan dirinya tidak terima apabila warganya menjadi korban pemukulan, terlebih apabila tindakan tersebut dilakukan oleh orang yang bukan bagian dari pemain yang sedang bertanding.

‎“Jujur, selaku kepala desa saya tidak terima warga saya dipukul. Kalau yang memukul sama-sama pemain, saya terima karena bentrokan sesama pemain di lapangan merupakan bagian dari dinamika pertandingan. Tapi kalau yang memukul bukan pemain dan merupakan penonton, tentu kami tidak bisa menerima,” ujar Yurnalis.

‎Menurut Ayor, pihaknya bersama BPD Desa Impol telah mengambil langkah dengan melaporkan dugaan pemukulan tersebut ke Polsek Jemaja. Ia meminta agar persoalan tersebut diproses sesuai dengan ketentuan hukum yang berlaku dan memberikan keadilan bagi korban.

‎“Kami meminta agar terduga pelaku ditindak dan diproses sesuai hukum yang berlaku serta diadili seadil-adilnya. Hari ini korban, Derpin dengan nomor punggung 11, menjadi korban penganiayaan yang diduga dilakukan oleh penonton,” tegasnya.

‎Ayor menegaskan, pihaknya tidak mempermasalahkan apabila terjadi benturan atau perselisihan antarpemain selama pertandingan berlangsung. Menurutnya, kontak fisik dalam pertandingan sepak bola merupakan hal yang dapat terjadi dan semestinya dapat diselesaikan oleh perangkat pertandingan.

‎Namun, ia menilai persoalan menjadi berbeda apabila orang yang terlibat dalam pemukulan tersebut bukan pemain dan justru merupakan penonton yang masuk ke lapangan.

‎“Kalau sama-sama pemain yang bentrok di lapangan, bagi kami tidak ada masalah. Itu bagian dari pertandingan dan ada wasit serta panitia yang mengaturnya. Tetapi kalau nanti bukti menunjukkan bahwa pelaku pemukulan bukan pemain, melainkan penonton, maka ini harus ditindak tegas,” katanya.

‎Ia berharap kejadian tersebut tidak kembali terjadi dalam pertandingan-pertandingan berikutnya. Menurutnya, penonton harus memahami batasan dan tidak mengambil tindakan sendiri apabila terjadi perselisihan di tengah pertandingan.

‎“Kita berharap kejadian seperti ini tidak terulang lagi. Jangan sampai pertandingan yang digelar untuk memeriahkan HUT Kemerdekaan justru menjadi tempat terjadinya tindakan kekerasan. Kalau ada persoalan, serahkan kepada panitia, wasit dan pihak yang berwenang,” pungkasnya.

‎Sementara itu, terkait laporan tersebut, proses penanganan selanjutnya diserahkan kepada pihak kepolisian. Pihak Desa Impol berharap laporan yang disampaikan dapat ditindaklanjuti secara profesional berdasarkan bukti dan keterangan para pihak.

‎Hingga berita ini diterbitkan, belum diperoleh keterangan resmi dari pihak terduga pelaku maupun Polsek Jemaja terkait laporan tersebut. Prinsip praduga tak bersalah tetap dikedepankan hingga terdapat proses dan keputusan hukum yang berkekuatan tetap. (BG)

RELATED ARTICLES

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

Most Popular

Recent Comments

error: Content is protected !!