Anambas, Jurnalsidik.com – Dalam upaya meningkatkan kesiapsiagaan dalam menghadapi potensi gangguan keamanan, Polres Kepulauan Anambas menggelar simulasi Sistem Pengamanan Objek Vital Nasional (Sispamovit) di wilayah operasional PT Medco E&P Natuna Ltd, Jumat (19/9/2025).
Simulasi ini dipimpin langsung Kapolres Kepulauan Anambas, AKBP I Gusti Ngurah Agung Budianaloka, S.I.K., M.H., dengan melibatkan 104 personel gabungan dari berbagai satuan. Kegiatan tersebut turut dihadiri oleh Kabagops Polres Kepulauan Anambas AKP Abdul Ajis, S.E., Danramil 007 Palmatak Letda Ridwan, Danlanudal Matak Mayor Laut (T) Istio Sugiono, Kepala Badan Kesbangpol Kabupaten Kepulauan Anambas Herry Fazrizal, serta perwakilan perusahaan PT Harbour, PT Medco Energi, dan Star Energi.
Kapolres: Pengamanan Objek Vital Menyangkut Stabilitas Nasional
Dalam arahannya, Kapolres Anambas menegaskan pentingnya pengamanan kawasan objek vital nasional yang memiliki peran strategis, khususnya sektor energi. Menurutnya, kelancaran operasional perusahaan energi sangat berpengaruh terhadap kesejahteraan masyarakat dan stabilitas nasional.
“Objek vital nasional harus mendapat pengamanan maksimal, karena berkaitan langsung dengan hajat hidup orang banyak dan stabilitas negara. Melalui simulasi ini, kita memastikan kesiapan personel dalam menghadapi berbagai potensi ancaman, termasuk eskalasi aksi massa,” tegas AKBP I Gusti Ngurah Agung Budianaloka.
Skenario Aksi Unjuk Rasa dan Penanganan Eskalasi
Dalam simulasi, digambarkan skenario aksi unjuk rasa masyarakat yang menuntut hak tenaga kerja lokal serta transparansi dana CSR dari perusahaan.
Awalnya, aksi berlangsung damai, namun kemudian eskalasi meningkat dengan aksi dorong-mendorong hingga pembakaran simbolis di depan penjagaan Matak Base.
Menanggapi situasi tersebut, tim Dalmas Polres Kepulauan Anambas melakukan pengendalian massa secara bertahap, mulai dari negosiasi, Dalmas Awal, hingga Dalmas Lanjut. Dalam skenario, sejumlah perusuh diamankan untuk mencegah kericuhan yang lebih besar.
“Penanganan aksi massa dilakukan dengan prosedur yang terukur. Dalam simulasi ini juga diperagakan proses penangkapan terhadap pelaku yang melakukan tindakan anarkis, sekaligus mediasi antara pihak perusahaan dan perwakilan massa,” jelas Kapolres.
Pada akhir skenario, mediasi berhasil mencapai kesepakatan, sehingga aksi unjuk rasa dapat dibubarkan secara damai dan kondusif.
Berjalan Aman dan Terkendali
Kegiatan ditutup dengan apel konsolidasi di Pelabuhan Palmatak sebagai evaluasi akhir. Seluruh rangkaian simulasi berlangsung aman, tertib, dan terkendali, sekaligus menjadi gambaran nyata kesiapan personel dalam menjaga keamanan wilayah yang memiliki objek vital nasional.
“Kami berharap latihan seperti ini menjadi momentum untuk meningkatkan sinergi antara aparat keamanan, pemerintah daerah, dan pihak perusahaan dalam menjaga keamanan serta kelancaran kegiatan operasional yang strategis,” pungkas Kapolres Anambas.
Dengan adanya simulasi ini, Polres Kepulauan Anambas menunjukkan komitmennya dalam melindungi aset strategis negara serta memastikan kondusivitas daerah, khususnya di wilayah yang menjadi pusat industri energi nasional.
(Agus Suradi, Jurnalsidik.com)

