20.6 C
Indonesia
Rabu, Juni 3, 2026
BerandaBerita KepriBerita AnambasWarga Anambas Desak Pemerintah Aktifkan Kembali Rute Kapal Perintis dari Tanjungpinang-Kijang

Warga Anambas Desak Pemerintah Aktifkan Kembali Rute Kapal Perintis dari Tanjungpinang-Kijang

Anambas, Jurnalsidik.com — Warga Kabupaten Kepulauan Anambas mendesak pemerintah agar segera mengaktifkan kembali rute kapal perintis dari Tanjungpinang atau Kijang menuju Anambas. Sudah dua tahun terakhir rute tersebut tidak beroperasi, sehingga mobilitas warga dan distribusi logistik menjadi terganggu.

Kapal perintis selama ini dikenal sebagai moda transportasi laut yang murah dan mampu mengangkut barang dalam jumlah besar. Berbeda dengan kapal cepat yang tersedia saat ini, biaya yang dikenakan lebih mahal dan kapasitas angkutnya terbatas.

“Kami sangat berharap kapal perintis dari Tanjungpinang atau Kijang bisa kembali aktif. Selama dua tahun ini kami kesulitan, terutama saat ingin mengangkut barang banyak ke Anambas. Kalau pakai kapal cepat, selain mahal, tidak bisa bawa banyak,” ujar Pinni, warga Desa Air Asuk, Rabu (16/7/2925)

Pinni menambahkan, sebelum berhenti beroperasi, rute ini dilayani oleh KM Sabuk Nusantara 83 yang menjadi andalan warga karena menjangkau banyak desa terpencil, bahkan hingga ke Natuna dan Pontianak.

“Sekarang memang masih ada kapal perintis yang melayani Anambas. Tapi rutenya mutar dari Pontianak ke Kijang, lalu ke Tambelan, kemudian balik lagi ke Pontianak. Jadi bukan langsung dari Tanjungpinang atau Kijang ke Anambas,” jelasnya.

Dampak dari tidak adanya kapal perintis langsung ini juga dirasakan dalam bentuk kenaikan harga kebutuhan pokok di wilayah Anambas. Biaya distribusi yang lebih tinggi membuat harga sembako semakin mahal.

“Bahan sembako sekarang mahal karena biaya angkut naik. Kalau ada kapal perintis, biaya lebih murah, dan harga di kampung juga bisa stabil,” tambah Pinni.

Masyarakat pun berharap Pemerintah Kabupaten Anambas, Kementerian Perhubungan, dan Pemerintah Provinsi Kepulauan Riau segera berkoordinasi untuk membuka kembali rute vital tersebut.

“Kami butuh kejelasan. Rute ini penting untuk masyarakat desa. Jangan sampai transportasi laut yang terjangkau justru dibiarkan kosong begitu saja,” tegasnya.

Menanggapi hal ini, Sekretaris Dinas Perhubungan Kabupaten Anambas, Nurullah, menjelaskan bahwa pihaknya telah beberapa kali mengajukan permohonan pengaktifan kembali rute kapal perintis dari Kijang atau Tanjungpinang ke Anambas kepada Kementerian Perhubungan (Kemenhub).

“Setiap tahun kami mengikuti rapat bersama Kemenhub untuk membahas rute kapal perintis, dan rute ini selalu kami usulkan. Tapi sampai sekarang belum juga dikabulkan,” jelas Nurullah.

Menurut hasil koordinasi terakhir, Kemenhub menilai wilayah Anambas sudah cukup dilayani oleh kapal ferry, kapal Roro, dan KM Bukit Raya, sehingga belum menjadi prioritas untuk penambahan trayek baru.

“Mungkin itu alasan mereka belum mengakomodir. Tapi bagi kami, rute ini sangat penting karena lebih terjangkau bagi masyarakat. Kami akan terus coba usulkan sampai rute ini benar-benar direalisasikan,” pungkasnya.

(Agus Suradi,Jurnalsidik.com)

RELATED ARTICLES

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

Most Popular

Recent Comments